BUDAYA

SEJARAH SUKUBANGSA REJANG


Wilayah kediaman Sukubangsa Rejang sekarang

Sukubangsa rejang ini terkenal dengan Adat dan Hukum Adatnya sendiri ,yang telah menarik perhatian dunia pengetahuan.Di dalam penjelmaan dan pelaksanaannya, Adat Rejang merupakan dasar hukum dan tatatertib kehidupan suku bangsa Rejang. Yang mengatur bukan saja hubungan orang perseorangan dengan keluarga, tetapi juga hubungan  masyarakat dengan masyarakat dengan hukum adatnya.

Secara terperinci suku bangsa rejang itu menurut sensus penduduk republic Indonesia tahun 1961, berdiam dimarga – marga sebagai berikut :

  1. Marga Suku IX (di wilayah Lebong)

Kepala marganya berkedudukan didusun muara aman ; berpenduduk 5972 orang peria dan 6826 orang wanita

  1. Marga Suku VIII (di wilayah Lebong)

Kepala marganya berkedudukan didusun taklang leak; bertpenduduk 5972 orang peria dan 6252 orang wanita.

  1. Marga Bermani – Juru Kalang (di wilayah Lebong )

Kepala marganya berkedudukan didusun rimbo pengadang; berpenduduk 4110 orang peria dan 4138 orang wanita.

  1. Marga Selupu  Lebong (di wilayah Lebong)

Kepala marganya berkedudukan didusun taba baru; berpenduduk 654 orang peria dan 637 orang wanita

  1. Marga Bermani Ulu (di wilayanh Rejang)

Kepala marganya berkedudukan didusun sawah; berpenduduk 4813 orang peria dan 4565 orang wanita

  1. Marga Selupu Rejang (di wilyah Rejang)

Kepala marganya berkedudukan didusun kesambe; berpenduduk 13957 orang peria dan 13295 orang wanita

  1. Marga Merigi (di wilayah Rejang )

Kepala marganya berkedudukan didusun daspeta; bependuduk 7286 orang peria dan 6951 orang wanita

  1. Marga Bermani-Ilir (di wilayah Rejang)

Kepala  marganya berkedudukan di dusun keban agung;berpenduduk 9242 orang pria  dan  9126 orang wanita .

  1. Marga Sindang Beliti (di wilayah Rejang)

Kepala marganya berkedudukan di dusun lubuk belimbing;berpenduduk 3524orang pria dan 3514 orang wanita.

10.   Marga Suku Tengah kepungut (di wilayah Rejang)

Kepala marganya berkedudukan di dusun lubuk mumpo;berpenduduk 2360 orang pria  dan 2250 orang wanita  seterusnya ada kelompok orang –orang rejang yang berdiam  di pasar –pasar muara aman ,curup,kepahyang ,padang ulak tanding dan di marga sindang kelingi semua masyarakat hukum adap(marga dan pasar) di atas  yang jumlahnya ada 15 masuk kabupaten rejang lebong

11.   Marga Selupu Baru (di wilayah Pesisir )

Kepala marganya berkedudukan di dusun taba penanjung ;berpenduduk 1635 orang pria dan 1791 orang wanita

12.  Marga Selupu Lama (di wilayah Pesisir )

Kepala marganya berkedudukan di dusun karang tinggi ; berpenduduk 1766 orang peria Dan 1791 orang wanita

13.  Maga Merigi Kelindang (di Wilayah Pesisir)

Kepala marganya berkedudukan didusun jambu ; berpenduduk 933 orang peria Dan  993 orang wanita

14.  Marga Jurukalang (di Wilayah Pesisir)

Kepala marganya berkadudukan didusun pagar jati;berpenduduk 1834 orang pria dan 1964 orang wanita

15.  Marga  Semitul (di Wilayah Pesisir)

Kepala marganya berkedudukan di dusun pndok kelapo ;berpenduduk 2031 orang pria dan 2027 orang wanita

16.  Marga Bermani Sungai  Hitam (di Wilayah  Pesisir)

Kepala marganya berkedudukan di dusun pasar  pedati;berpenduduk 1412 orang pria dan 1370 orang wanita

17.  Marga Bermani Perbo (di Wilayah Lais)

Kepala marganya  berkedudukan di dusun perbo ; berpenduduk 782 orang pria dan  755 orang wanita

18.  Marga Bermani Palik (di Wilayah Lais)

Kepala marganya berkedudukan di dusun aur gading ; berpenduduk  3741 orang pria dan 3646 orang wanita

19.  Marga Air Besi(di Wilayah Lais)

Kepala marganya berkedudukan didusun pagar banyu ;berpenduduk 2049 orang pria dan 2164 orang wanita.

20.  Marga Kerkap (di Wikayah Lais)

Kepala marganya berkedudukan didusun kerkap;berpenduduk 1957 orang pria dan 2055 orang wanita.

21.  Marga Lais (di Wilayah Lais)

Kepala marganya berkedudukan didusun rajo; berpenduduk 5132orang pria dan 5006 orang wanita.

22.  Marga Air Padang (di Wilayah Lais)

Kepala marganya berkedudukan didusun padang kala;berpenduduk 1050 orang pria dan 973 orang wanita.

23.  Marga Bintuhan (di Wilyah Lais)

Kepala marganya berkedudukan di dusun pagar ruyung ;berpenduduk 1169 orang pria dan 1126 orang wanita

24.  Marga Sebelat (di Wilayah Lais)

Kepala marganya berkedudukan di dusun sebelat; berpenduduk 723 orang pria dan 835 orang wanita seterusnya ada kelompok orang-orang rejang yng berdiam dipasar -pasar  lais dan ketahun dan di marga proatin XII. Semua masyarakat hokum adat yang tersebut diatas adalah 18,masuk masyarakat hukum )  kabupaten BENGKULU-UTARA dari tempat asal lebong ,suku bangsa rejang tersebut melalui sungai-sungai musi ,air kelingi,airlakitan ,dan air rupit,bertebaran memasuki wlayah propinsi sumatera selatan yang sekarang ,sehingga dewasa ini kita dapati meraka mendiami kabupaten-kabupaten musi ulu rawas dan lahat

Di kabupaten Musi Ulu Rawas, Suku Bangsa Rejang berdiam dimarga-marga berikut :

  1. Marga Muara Rupit

Kepala marga nya berkedudukan didusun muara ruit;berpenduduk 3185 orang pria dan3196 orang wanita.

  1. Marga Rupit Ilir

Kepala marganya berkedudukan didusun batu gajah;berpenduduk 2673 orang pria dan 2692 orang wanita.

  1. Marga Rupit Tengah

Kepala marganya berkedudukan didusun hambacang;berpenduduk 2204 orang pria dan 1974 orang wanita.

  1. Marga Rupit Dalam

Kepala marganya berkedudukan didusun suka menang;berpenduduk 2245 orang pria dan 2111 orang wanita.

  1. Marga Proatin V

Kepala marganya berkedudukan didusun taba pingin; berpenduduk 8174 orang pria dan 7625 orang wanita.

  1. Marga Tiang ,Pumpung Kepungut

Kepala marganya berkedudkan di dusun muara kati ;berpenduduk 4757 orang pria dan 4514 orang wanita

  1. Marga Sindang Kelingi Ilir

Kepala marganya  berkedudukan didusun nangka ;berpenduduk 8587 orang pria dan 7970orang wanita

  1. Marga Batu Kuning  Lakitan

Kepala marganya berkedudukan di dusun selangit ;berpenduduk 3137 orang pria dan  3076 orang wanita

  1. Marga  Suku Tengah Lakitan Ulu

Kepala marganya berkedudukan di dusun trawas  berpenduduk 3596 orang pria  dan  3379 orang wanita

Di kabupaten Lahat di marga-marga seperti berikut :

  1. Marga Sikap Dalam Musi Ulu

kepala marganya berkedudukan di dusun beruge;berpenduduk 3081 orang pria dan 3230 orang wanita

  1. Marga Tedajin

Kepala marganya berkedudukan didusun karang dapo;berpenduduk 4463 orang pria dan 4601 orang wanita

  1. Marga Kejatan Mandi Musi Ulu

Kepala marganya berkadudukan didusun tanjung raya;berpenduduk 2930 orang pria dan 3137 orang wanita

  1. Marga Lintang Suku Cadat

Kepala marganya berkedudukan didusun tanjung raman;brpenduduk 3305 orang pria dan 3333 orang wanita.

  1. Marga Kejatan Mandilintang

Kepala marga nya berkedudukan didusun gunung baraksa;berpenduduk 5340 orang pria dan 5604 orang wanita

  1. Marga Semidang

Kepala marga nya berkadudukan didusun seleman;berpenduduk3838 orang pria dan 4066 orang wanita.

  1. Marga Lintang Kanansuku Muara Pinang

Kepala marganya berkrdudukan didusun muara pinang;berpenduduk 3838 orang pria dan 3947 orang winita

  1. Marga Lintang Kanan Suku Muara Danau

Kepala marganya berkdudukan didusun  muara danau;berpenduduk 4947 orang pria dan 5071 orang wanita

  1. Marga Lintang Kanan Suku Babatan

Kepala marganya berkedudukan didusun babatan;berpenduduk 1380 orang pria dan 2927 orang wanita.

Kalau kita perhatikan smua marga yang tersebut diatas ,maka ia bukanlah merupakan suatu masyarakat hukum adat  yang didasarkan atas dasar GENEALOGIS ,tetapi suatu masyarakat hukum adat  yang semata mata berdasarkan territorial.

Marga-marga yang terdapat dewasa ini sebenarnya bukan lah  asli rejang ; ia adalah bawaan  asisten –residen belanda di keresidenan PALEMBANG, J.WALAND yang dipindahkan ke bngkulu pada tahun 1861. di keresidenan palembang pada waktu itu memang telah terdapat marga –marga territorial peninggalan pemerintahan sultan palmbang yang di teruskan oleh pmerintah jajahan belanda .waktu.j.walland memerintah di keresidenan beng kulu (1861-1865),maka mulailah beliau membahagi –bahagi wilayah beng kulu .dan suku bangsa rejang dalam marga –narga dan kepala marga nya dinamakan PASIRAH.

Asal – Usul Suku Bangsa Rejang

Dari cerita orang tua Rejang maupun dari karangan – karangan mengenai Rejang yang dijumpai, dapat dipastikan bahwa tempat asal suku bangsa Rejang adalah di LEBONG yang sekarang dan ini terbukti  dari hal – hal berikut :

  1. JHON MARSDEN, residen Inggris di Lais (1775 – 1779 ), memberitakan  tentang adanya empat petulai Rejang, yaitu : joorcallang (Jurukalang), selopo (Selupu), beremanni (Bermani), dan tooby (Tubai).* justru karena tubay hanya terletak di derah Lebong dan hanya pecahannya terdapat diluar wilayah Lebong, maka kenyataan ini memperkuat, bahwa tempat asal mestilah LEBONG.
  2. J.L.M.SWAAB, kotrolir Belanda  di Lais (1910 – 1915), menerangkan tentang marga Merigi yang terdapat diwilayah Rejang tetapi tidak diwilayah Lebong, mengatakan bahwa jika Lebong dianggap sebagai tempat asal suku bangsa Rejang. Kenyataan memperkuat bahwa memang merigi berasal dari wilayah Lebong, karena orang – orang Merigi di wilayah Rejang sebagai penghuni berasal dari wilayah Tubai; juga adanya larangan menari dengan bujang/gadis merigi diwaktu kejai, ialah karena mereka berasal dari satu keturunan, yaitu petulay TUBAI.

Demikianlah keterangan tertulis yang menentukan bahwa tempat asal suku bangsa Rejang adalah di Lebong. Letak Lebong itu sendiri adalah 100 Km dari kota Bengkulu arah ke gunung. Ia merupakan suatu daerah di pegunungan Bukit Barisan, suatu dataran tinggi yang letaknya sangat strategis, dilingkari oleh pegunungan dan memilimi lembah yang luas, subur, dan indah;tempat asal dua sungai yang terkenal yaitu sungai Musi dan sungai Ketahun. Dari Lebong tersebut bertebaranlah suku bangsa rejang menyusuri sungai ketahun sampai ke pesisir dan dengan menyusuri sungai musi sampai pula kebahagian Rawas, dan Lahat propinsi Sumatra Selatan.

Suku bangsa Rejang yang mendiami onderafdeeling Lebong dalam zaman pemerintahan jajahan Belanda dinamai REJANG LEBONG, yang mendiami onderafdeeling Rejang dinamai REJANG MUSI dan REJANG LEMBAK; yang mendiami onderafdeeling Lais dan Benkoelen, dinamai Rejang Pesisir dan yang mendiami onderafdeeling Tebing Tinggi dan Rawas dinamai REJANG EMPAT LAWANG dan REJANG RAWAS.

Pada mulanya suku bangsa Rejang dalam kelompok kecil mengembara didaerah Lebong yang luas itu; disana mereka hidup denagan lingkungan yang sangat subur penuh dengan kekayaan alam yang melimpah.

Menurut riwayat yang tidak tertulis suku bangsa Rejang berasal dari empat PETULAY dan tiap petulay di pimpin oleh seorang pemimpinnya yang disebut dengan istilah Rejang AJAI. Perkataan Ajai berasal dari perkataan majai yang berarti pemimpin suatu kumpulan manusia.

Dan keempat petulay itu adalah :

  1. Petulai Tubeui
  2. Petulai Jurukalang
  3. Petulai Bermani
  4. Petulai Selupu

Suku Bangsa Rejang Dipegunungan Zaman Belanda, Jepang Dan RI

Menurut riwayat orang tua – tua secara diam –daim dating Daeng bangsa Bugis ke balik Bukit barisan, masuk kewilayah kerajaan Devati Tiang Empat dengan maksud hendak memguasai tambang – tambang emas di Lebong, yang pada saat itu memang sudah terkenal dikalangan rakyat pesisir. Terjadilah peperangan hebat antara lascar devati tiang empat dengan pasukan bugis; dan peperangan ini tidak dapat dimenangkan oleh lascar devati tiang empat. Namun suku bangsa rejang tidak putus asa, mereka pergi kepada sultan Pelembang SULTAN MOHAMAD BAHARUDIN (1776 – 1804) untuk menhalau tentara bugis yang masih menduduki daerah tambang emas mereka.

Peperanagan ini terjadi sekitar akhior abad ke 18 antara lascar Sultan Mohamad Baharudin yang dibantu oleh rakyat depati tiang empat dengan tentara Bugis.dan peperangan ini dimenangkan oleh pasukan Sultan. Kemudian barulah depati tiang empat menjalankan pemerintahan kembali seperyi sedia kala di bawah perlindungan sultan Palembang.

Saat kesultanan Palembang ditaklukkan oleh pemerintah jajahan belanda pada tahun 1821, daerah depati tiang empat tidak turut takluk. Pada tahun 1859 depati tiang empat tunduk kepada  pemerinatah jajahan Belanda namun dengan syarat :

  1. Adat dan pusaka tidak boleh dirusak dan diganggu.
  2. Rejang Lebong dimasukkan kedalam keresidenan Palembang.

Syarat –syarat tersebut diterima oleh pemerintahan jajahan Belanda dan mulai saat itulah belanda mulai menguasai daerah suku bangsa Rejang, mulai membuka tambang emas baru dan mengambilnya, denagn mulai bertambah banyaknya ntambang emas yang dibuka, mulai dibangun sarana tranfortasi berupa jalan untuk mempermudah mobilisasi mereka.

Pada tanggal 8 Desember 1941 kerajaan Belanda menyatakan perang terhadap kerajaan Jepang dan sebagai akibatnya pada ntanggal 23 februari 1943 kota Bengkulu jatuh ketangan tentara jepang dan sejak saat itu, berlangsung penjajahan Jepang.

Selam penjajahn Jepang suku bangsa Rejang sangat menderita, banyak pemuda dijadikan pekerja paksa yang terkenal dengan romusa dan para wanita diperkosa, serta kebudayaan, adat istiadat suku bangsa Rejang di abaikan saja oleh penjajah Jepang.

Karena merasakan penderitaan yang saat tersebut suku bangsa Rejang mulai bangkit untuk melawan penjajah Jepang, saat proklamasi Republik Indonesia dikumandangka para pemuda Rejang besatu untuk membasmi tetara Jepang yang masih tersisa, pada pristiwa ini banyak tetara Jepang yang terbunuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: