Ka’bah

Ka'bah

Segala puji tak berujung hanya milik Allah swt, yang maha mengatur segala mahlukNya lagi menjamin rezki semua mahluk, Raja diatas segala raja..yang Maha Kekal sebelum segala sesuatunya ada dan tetap kekal setelah segala sesuatunya binasa..

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah SAW, ahli keluarga beliau, para sahabat dan ummatnya yang senantiasa mengikuti sunnah-sunnah beliau hingga hari kiamat.

Saudaraku seiman mungkin pernah dihadapkan akan suatu kondisi dimana orang non muslim bertanya kepada kita kenapa Ka’bah begitu dimuliakan orang muslim? apakah engkau menyembah Ka’bah? kenapa sholat harus menghadap Ka’bah? dsb.

Apa itu Ka’bah?

Ka’bah adalah bangunan suci kaum Muslim yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti sholat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.

Bangunan berbentuk kubus ini berukuran 12 x 10 x 15 meter. Juga disebut dengan nama BaitAllah.

Sebelum peradaban manusia ini diciptakan Allah SWT dan sebelum mereka turun ke bumi. Para malaikat diperintahkan Allah SWT untuk turun ke bumi dan mendirikan ka’bah lalu mereka diperintahkan untuk bertawaf di sekelilingnya.

Hingga datang masa penciptaan Nabi Adam dan penobatan beliau sebagai kalifah di bumi, beliau diturunkan ke bumi di wilayah yang sekarang bernama India. Selanjutnya beliau berjalan mencari istrinya Hawa dan ternyata di sekitar rumah Allah inilah beliau bertemu dan kemudian tinggal lalu beranak pinak. Rumah Allah (ka’bah) ini menjadi tempat untuk beribadah kepada-Nya sepanjang masa, baik masa Nabi Nuh, Ibrahim atau nabi-nabi lainnya.

Ka’bah yang juga dinamakan Baitul Atiq atau rumah tua adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.

Kenapa Agama Islam Menyembah Ka’bah?

Sejak zaman Nabi Adam as manusia tahu bahwa ka’bah bukanlah berhala yang disembah. Bahkan hingga masa kehidupan bangsa Quraisy yang terkenal sebagai penyembah berhala dan telah meletakkan tidak kurang dari 360 berhala di seputar ka’bah, mereka pun tidak terpikir untuk menyembah ka’bah.

Bahkan orang arab di masa itu sering membuat tuhan dari makanan seperti roti, kurma dan apapun yang menurut khayal mereka bisa dianggap menjadi tuhan. Tapi tidak dengan ka’bah, karena dalam keyakinan mereka ka’bah memang bukan tuhan atau berhala.

Mereka hanya melakukan ibadah dan tawaf di sekelilingnya. Ka’bah bagi para penyembah berhala itu bukanlah berhala yang disembah, ka’bah bagi mereka adalah rumah Allah SWT untuk melaksanakan ibadah.

Hal itu bisa menjadi lebih jelas ketika raja Abrahah dari Habasyah menyerbu ka’bah dengan tentara bergajah. Orang-orang Quraisy saat itu tidak merasa takut ka’bah mereka akan hilang, karena dalam diri mereka ada keyakinan bahwa ka’bah itu bukan tuhan, tapi ka’bah adalah rumah Allah, tentu saja Sang Pemilik yang akan menjaganya.
Saat itu Abdul Muttalib paman dari Rasulullah saw justru sibuk mengurus kambing-kambing miliknya yang dirampas sang raja. Hingga ada seorang Quraisy yang bertanya kepadanya (Kurang lebih) “Wahai Abdul Muttalib mengapa engkau sibuk mengurus kambing-kambing engkau sedang rumah Tuhanmu hendak dihancurkan?” maka Paman Nabi menjawab “Kambing ini kepunyaan saya maka saya menjaganya sedangkan Ka’bah kepunyaan Allah maka Dialah yang menjaganya” beginilah keyakinan orang-orang Quraisy dulu, masalah ka’bah, mereka yakin sekali pasti ada Yang Menjaganya.

Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (Kira kira 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah. Lingkungan Ka’bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan diperanakkan (Surat Al Ikhlas dalam Al-Qur’an) . Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad mebebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan.

Apa itu Hajar Aswad?

Hajar Aswad merupakan sebuah batu yang tertanam di pojok Selatan Kabah pada ketinggian sekira 1, 10 meter dari tanah. Panjangnya sekira 25 sentimeter dan lebarnya sekira 17 sentimeter.

Awalnya Hajar Aswad adalah satu bongkah batu saja, tetapi sekarang berkeping-keping menjadi 8 gugusan batu-batu kecil karena pernah pecah. Hal ini terjadi pada zaman Qaramithah yaitu sekte dari Syiah Ismailiyyah al-Baatiniyyah dari pengikut Abu Thahir al-Qarmathi yang mencabut Hajar Aswad dan membawanya ke Ihsaa pada tahun 319 H, tetapi kemudian dikembalikan lagi pada 339 H.

Gugusan terbesar seukuran satu buah kurma, dan tertanam di batu besar lain yang dikelilingi oleh ikatan perak. Inilah batu yang kita dianjurkan untuk mencium dan menyalaminya.

Kenapa Kita Mencium Hajar Aswad?

Bangsa Arab di masa paganismenya menyembah 360 berhala yang diletakkan di dalam dan di sekeliling ka’bah. Tapi tidak pernah menyembah ka’bah. Demikian juga, mereka tidak pernah menyembah batu hitam (hajar aswad). Yang mereka sembah itu patung yang diukir dan dibuat membentuk dewa-dewa. Tapi mereka tidak pernah menyembah batu sebagai bahan dasar pembuatan patung. Seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Maka setelah mereka (Orang Arab) memeluk Islam, Rasulullah saw sudah tidak perlu lagi menjelaskan posisi Hajar Aswad dalam hal peribadahan mereka. Bahkan Umar bin Al-Khattab kita kenal dengan ungkapannya yang abadi:

Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak membahayakan, dan tidak pula dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah saw. menciummu, maka sekali-kali aku tidak akan menciummu.” (H.R. Bukhari).

Rasulullah SAW mencium hajar aswad karena batu itu mulia dan berasal dari surga. Tapi bukan karena kita diajarkan untuk menyembah batu itu.

Dari Ibn Abbas bahwa Nabi Muhammad s.a.w. tidak melambaikan tangan (menyalami) kecuali kepada Hajar Aswad dan Rukun Yamani. dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

Bagi kita sendiri ummat Islam sudah jelaslah ketetapan akan hukum-hukum Allah.
[Al Baqarah :21] “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”

[Al Baqarah :22] “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

Saudaraku seiman, memang sangat banyak musuh-musuh Islam yang sekuat tenaga mencari-cari cara untuk melemahkan Iman kita, dan inilah bukti kedangkalan ilmu mereka yang mengambil kesimpulan tanpa analisa terlebih dahulu atas kajian yang mereka tulis.

Dan terlebih bodoh lagi seseorang yang dianugrahi Iman dan Islam tapi tidak mau belajar lagi masa bodoh akan ilmu pengetahuan Agama dan akhirnya terjerumus dalam kebodohan dan tipuan dunia.

Semoga Allah swt senantiasa menjaga dan melindungi kita semua ummat akhir zaman ummat dari kekasih Allah swt hingga di hari perjumpaan kita dengan Beliau.

Celakalah orang yang pernah bertemu Rasulullah tapi tidak bersama Beliau di surgaNya Allah..dan terlebih celaka lagi orang yang tidak pernah bertemu Rasulullah dan nantinya tidak bertemu Beliau”.

..Buat Ihwa dan Akhwat seiman yg Insya Allah dicintai dan diRidhoi Allah SWT…untuk lebih banyaknya saudara2 qt yg menerima pesan da’wah ini mohon untuk mengundang teman2nya yang lain untuk dapat bergabung di Group “Iman dan Islam” ini..

Ada benarnya datangnya dari sang Khalik Allah swt dan apabila ada kekurangan itu semata-mata dari kebodohan dan kekurangan ilmu saya.

..Subhanallah wabihamdi AsyaduAllahilaha Illallah Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: